Sakit? ya! sudah pasti!
Hancur? jelas!
Tapi ini memang sudah kehendak Tuhan. Semoga bahagia ya dengan keputusan 'itu'.
Maaf untuk selama ini, mungkin salah aku sangat banyak padamu, tapi aku ingin mengatakan TERIMA KASIH untuk 8 bulan yg membahagiakan ini, sungguh aku ingin berterimakasih untuk itu. Mungkin aku tidak bisa membalas semua kebaikanmu itu, tapi aku akan selalu berdoa untukmu.
"Maaf" mungkin tidak cukup untuk menyelesaikan semuanya apalagi membuat semua "itu" kembali. Tapi yg jelas perasaan ini tidak akan berubah untukmu.
Bagaimana untuk kedepannya? Aku tidak bisa menjawabnya.
Luka yg aku bubuhkan padamu, aku minta maaf untuk itu. Sungguh aku benar benar minta maaf. Hanya perlu berdoa dalam keadaan seperti ini.
Setelah mencicipi kebahagiaan denganmu, kemudian mendapatkan pahit yg luar biasa. Kurasa Tuhan memang adil untuk segalanya. Awalnya berbau manis dan pahit pada akhirnya. Tapi mungkin ada rencana lain dibalik semua ini.
"Menunggu", benar menunggu? aku tidak yakin dengan kata itu.
Belajar dari hal yg telah dialami, dan terjatuh pada kesalahan yang sama. Bukankah itu Pecundang? Ya!
Aku kah itu? kurasa iya!
Jangan memikirkan perasaanku, aku justru sangat mengkhawatirkan bagaimana keadaan hatimu saat ini. Maaf aku tidak bisa berbuat banyak untukmu, aku berpikir aku bukanlah perempuan yang baik untukmu. Tapi diluar sana sangat banyak perempuan yg lebih baik dariku yang mencintaimu.
Merelakan? sulit mengucapkan kata itu, benar benar sulit bagiku. Berusaha untuk kuat, ya! karna aku masih memiliki banyak energi untuk bertahan dari semua ini. Aku memiliki benteng untuk hatiku, aku tidak apa :')
Dan mungkin, ini sudah waktunya.. Aku hanya bisa mencintaimu dalam hatiku, ya! emcintaimu dalam hati sebagaimana aku mencintai diriku sendiri.
Aku benar benar minta maaf untuk semua ini, Chagi.
:')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar